Senin, 29 Juli 2019

Mengapa Kampas Rem Cepat Habis dan Bagaimana Cara Menghematnya?

Mengapa Kampas Rem Cepat Habis dan Bagaimana Cara Menghematnya?
Sumber : Liputan6.com
Di zaman sekarang peran kendaraan bermotor sangat besar dalam menunjang aktivitas kehidupan. Mobilitas yang semakin tinggi membuat sepeda motor membludak di jalan raya, apalagi harga motor relatif terjangkau. Nah, agar semakin aman dan nyaman berkendara, pemilik motor harus rutin memeriksa motornya. Biasanya yang paling sering dikeluhkan adalah borosnya kampas rem.

Rem adalah salah satu bagian terpenting dalam sebuah kendaraan bermotor. Bila habis, pemilik tak boleh menunda untuk menggantinya karena ini berhubungan langsung dengan keselamatan. Seringkali, kampas habis terlalu cepat karena berbagai hal. Apa saja sih penyebab kampas rem boros? Dan bagaimana cara menghematnya? Yuk, kita cari tahu bersama-sama.

1. Spesifikasi rem
Sumber : gridoto.com
Disadari atau tidak, spesifikasi rem motor sudah berbeda antara dulu dan sekarang. Dulu rem rata-rata memiliki ketebalan 7 mm, sekarang hanya tinggal 5,5 mm. Artinya, memang ada perubahan spesifikasi yang signifikan. Di samping itu, rem berbahan asbes kini sudah dilarang dan ini berpengaruh pada keawetan rem. Rem non-asbes lebih mudah terkikis, tapi lebih ramah tromol dan cakram serta ramah lingkungan.

2. Cakram oleng
Sumber : otosia.com
Kadang tanpa menarik tuas rem, motor seperti terasa mengerem sendiri. kamu perlu memeriksa kondisi cakramnya, siapa tahu oleng. Cakram yang oleng membuat cakram terus bergesekan dengan kampas dan ini tentu saja membuat kampas cepat tipis.

3. Kotoran
Sumber : otonity.com
Penyebab lain kampas lekas terkikis adalah banyaknya kotoran yang menempel, termasuk kotoran di cakram. Kampas dan cakram serasa terus bergesekan. Ini biasanya sering terjadi di waktu musim hujan. Kamu perlu rajin-rajin membersihkan cakram dari lumpur dan kotoran.

4. Kondisi jalan
Sumber : okezone.com
Kondisi jalan juga turut berpengaruh pada usia rem. Di jalanan yang padat, pengendara cenderung sering mengerem dan berhenti. Demikian pula dengan jalanan menanjak dan menurun, penggunaan rem jelas lebih sering daripada di jalan lurus tanpa rintangan. Lubang-lubang di jalan juga membuat kamu lebih sering mengerem, bukan?

5. Gaya berkendara
Sumber : Shopee Indonesia
Cara berkendara tak kalah pentingnya dalam mengurangi umur rem. Seseorang yang terbiasa berkendara kencang dan sering mengerem mendadak membuat rem dan cakram bergesekan lebih kuat. Muatan juga berpengaruh semakin banyak muatan, semakin berat beban rem.

Cara menghemat kampas rem

Ada beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk membuat komponen rem lebih awet dan tahan lama.

1. Pakailah rem asli dan berkualitas, jangan tergiur dengan rem-rem palsu berharga miring.

Jauh lebih baik bila kamu memakai suku cadang asli meski harganya sedikit lebih mahal.

2. Hindari kotoran, lumpur, dan genangan.

Jika terpaksa melewati itu semua, kamu harus membersihkan motor, terutama cakramnya. Servis tune-up juga bisa kamu lakukan di bengkel resmi terdekat.

3. Hindari rem gantung

Hal ini biasanya dilakukan oleh pengendara yang kurang piawai. Rem gantung artinya menarik rem dan menarik gas di saat yang bersamaan. Gaya berkendara semacam ini bisa membuat rem cepat habis, di samping juga berbahaya bagi pengendara.

4. Rajin service.

Saat servis, mintalah penggantian minyak rem motor dengan minyak berkualitas.  Rem berfungsi melumasi logam rem yang bergesekan. Jika lama tak diganti, komponen rem seperti master dan kaliper rem akan aus. Tanda minyak rem wajib diganti adalah bila sudah berwarna keruh dan rem terasa kurang pakem.

Yang pasti, cepat atau lambat kampas rem pasti akan habis seiring penggunaan. kamu tentunya tak perlu mempertaruhkan keselamatan demi menghemat rem. Pergunakan rem seperlunya dan rajin-rajinlah melakukan servis. Dengan cara ini, rem kamu akan lebih hemat dan tetap pakem.

Minggu, 07 Juli 2019

Memegang Teguh Iman Dalam Ganasnya Kehidupan

Memegang Teguh Iman Dalam Ganasnya Kehidupan

Pria kurus tinggi yang sederhana ini merupakan sosok yang pendiam, penyayang tetapi juga pekerja keras. Hampir sepuluh tahun beliau mengabdikan diri sebagai pegawai kontrak di suatu institusi pemerintahan yang terkenal di Kabupaten Sumedang. 

Walaupun gajinya terbilang jauh di bawah UMR ataupun UMK, beliau tetap semangat bekerja demi menghidupi keluarga. Dengan adanya Asuransi wakaf dapat menjadi solusi untuk membantu mereka yang belum beruntung. 

Salah satunya seperti lelaki bernama lengkap Iwan Ridwan ini dikenal sebagai pribadi yang tak segan membantu orang lain. Sangat menyukai anak-anak dan juga selalu menghormati orang yang lebih tua darinya. Keadaan yang kadang kurang mencukupi, tak membuatnya enggan untuk berbagi, meski hanya dengan tenaga. 

Ketika bekerja kadang menjadi pergolakan batin, antara iman dan keinginan dunia. Riba merupakan hal yang lumrah di sana, berbagai macam kredit. Tak kenal lelah menggoda dengan iming-iming cara yang mudah dan cepat. Tak hanya kredit yang berupa uang, tapi juga berbagai macam barang, mulai dari elektronik hingga rumah. 

Namun ia memegang teguh prinsipnya. Yakni bahwa hutang itu dibawa mati, apa yang bisa dibayarkan jika kita keburu meninggal duluan sebelum lunas? Pasti akan menyusahkan keluarga dan dirinya sendiri di alam barzakh. Memiliki harta pun akan dipertanggungjawabkan kelak, bila kita tidak bersedekah atau berwakaf, harta tersebut mungkin tidak akan berubah pahala. 

Dukungan dari sang istri pun semakin menguatkan langkahnya untuk tetap bekerja dengan baik dibarengi doa. Berusaha untuk memberikan nafkah kepada keluarganya hanya dengan cara yang baik, halal, dan tentunya berkah. 

Beliau selalu mengingatkan teman-temannya agar meninggalkan riba dan judi yang jelas diharamkan oleh syariat islam. Meski kadang menjadi dikucilkan, tak menjadi masalah untuknya. Sebab kewajiban kita hanyalah menyiarkan agama, dan hanya Allah yang dapat mengubah hati seseorang. 

Laki-laki yang lebih akrab disapa Iwan ini memiliki mimpi untuk dapat menginjakan kaki di tanah suci, Mekkah. Meskipun keadaan ekonomi yang pas-pasan belum lagi harus mencukupi Bapak. Yang telah sepuh dan mulai sakit-sakitan dan anak yang mulai bersekolah. Tak menggoyahkan impiannya  untuk bisa menunaikan ibadah umrah ataupun haji.

Selain soal biaya, usia yang tak lagi muda serta kuota ibadah haji yang semakin terbatas menjadi kekhawatiran untuk melaksanakan ibadah haji. Untuk menabung pun membutuhkan waktu yang cukup lama, ditambah harga yang semakin melonjak. Kebutuhan kian meningkat tidak dibarengi pemasukan yang mencukupi, membuat pria berusia 35 tahun ini kesulitan menabung. Membuat cita-cita berangkat haji maupun umrah menjadi angan-angan saja. 

Namun di jaman modern kini ada Asuransi Wakaf yang bisa membantu umat muslim lebih mudah beribadah. Dengan cara yang lebih praktis, mudah, dan tentunya terjamin oleh lembaga yang bersangkutan. Salah satunya untuk membantu orang yang kekurangan mendapatkan kesempatan untuk meraih mimpi mereka melaksanakan ibadah haji atau umrah. 

Wakaf merupakan ibadah menyisihkan sebagian harta benda yang dimiliki untuk dimanfaatkan pada keperluan ibadah. Agar harta tersebut menjadi bernilai pahala serta memiliki keberkahan bagi seluruh umat muslim. 

Dengan mengikuti program Asuransi wakaf melalui Allianz, harta kita akan dikembangkan serta dikelola dengan tata cara yang syariah. Mempunyai keunggulan  berkah, ringan atau mudah dalam pengaplikasiannya, serta dijamin amanah. 

Anda bisa mendapatkan pelayanan terbaik secara praktis dan mudah yakni asuransi untuk diri sendiri. Sekaligus bisa berwakaf untuk mereka yang membutuhkan, tentunya akan bernilai pahala berlipat. Pastikan untuk menyalurkan wakaf dengan baik dan halal agar ibadah bernilai berkah sepanjang masa bahkan hingga di akhirat nanti.