Minggu, 11 Agustus 2019

Mengapa Kampas Rem Cepat Habis dan Bagaimana Cara Menghematnya?

Mengapa Kampas Rem Cepat Habis dan Bagaimana Cara Menghematnya?
Sumber : Liputan6.com
Di zaman sekarang peran kendaraan bermotor sangat besar dalam menunjang aktivitas kehidupan. Mobilitas yang semakin tinggi membuat sepeda motor membludak di jalan raya, apalagi harga motor relatif terjangkau. Nah, agar semakin aman dan nyaman berkendara, pemilik motor harus rutin memeriksa motornya. Biasanya yang paling sering dikeluhkan adalah borosnya kampas rem.

Rem adalah salah satu bagian terpenting dalam sebuah kendaraan bermotor. Bila habis, pemilik tak boleh menunda untuk menggantinya karena ini berhubungan langsung dengan keselamatan. Seringkali, kampas habis terlalu cepat karena berbagai hal. Apa saja sih penyebab kampas rem boros? Dan bagaimana cara menghematnya? Yuk, kita cari tahu bersama-sama.

1. Spesifikasi rem
Sumber : gridoto.com
Disadari atau tidak, spesifikasi rem motor sudah berbeda antara dulu dan sekarang. Dulu rem rata-rata memiliki ketebalan 7 mm, sekarang hanya tinggal 5,5 mm. Artinya, memang ada perubahan spesifikasi yang signifikan. Di samping itu, rem berbahan asbes kini sudah dilarang dan ini berpengaruh pada keawetan rem. Rem non-asbes lebih mudah terkikis, tapi lebih ramah tromol dan cakram serta ramah lingkungan.

2. Cakram oleng
Sumber : otosia.com
Kadang tanpa menarik tuas rem, motor seperti terasa mengerem sendiri. kamu perlu memeriksa kondisi cakramnya, siapa tahu oleng. Cakram yang oleng membuat cakram terus bergesekan dengan kampas dan ini tentu saja membuat kampas cepat tipis.

3. Kotoran
Sumber : otonity.com
Penyebab lain kampas lekas terkikis adalah banyaknya kotoran yang menempel, termasuk kotoran di cakram. Kampas dan cakram serasa terus bergesekan. Ini biasanya sering terjadi di waktu musim hujan. Kamu perlu rajin-rajin membersihkan cakram dari lumpur dan kotoran.

4. Kondisi jalan
Sumber : okezone.com
Kondisi jalan juga turut berpengaruh pada usia rem. Di jalanan yang padat, pengendara cenderung sering mengerem dan berhenti. Demikian pula dengan jalanan menanjak dan menurun, penggunaan rem jelas lebih sering daripada di jalan lurus tanpa rintangan. Lubang-lubang di jalan juga membuat kamu lebih sering mengerem, bukan?

5. Gaya berkendara
Sumber : Shopee Indonesia
Cara berkendara tak kalah pentingnya dalam mengurangi umur rem. Seseorang yang terbiasa berkendara kencang dan sering mengerem mendadak membuat rem dan cakram bergesekan lebih kuat. Muatan juga berpengaruh semakin banyak muatan, semakin berat beban rem.

Cara menghemat kampas rem

Ada beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk membuat komponen rem lebih awet dan tahan lama.

1. Pakailah rem asli dan berkualitas, jangan tergiur dengan rem-rem palsu berharga miring.

Jauh lebih baik bila kamu memakai suku cadang asli meski harganya sedikit lebih mahal.

2. Hindari kotoran, lumpur, dan genangan.

Jika terpaksa melewati itu semua, kamu harus membersihkan motor, terutama cakramnya. Servis tune-up juga bisa kamu lakukan di bengkel resmi terdekat.

3. Hindari rem gantung

Hal ini biasanya dilakukan oleh pengendara yang kurang piawai. Rem gantung artinya menarik rem dan menarik gas di saat yang bersamaan. Gaya berkendara semacam ini bisa membuat rem cepat habis, di samping juga berbahaya bagi pengendara.

4. Rajin service.

Saat servis, mintalah penggantian minyak rem motor dengan minyak berkualitas.  Rem berfungsi melumasi logam rem yang bergesekan. Jika lama tak diganti, komponen rem seperti master dan kaliper rem akan aus. Tanda minyak rem wajib diganti adalah bila sudah berwarna keruh dan rem terasa kurang pakem.

Yang pasti, cepat atau lambat kampas rem pasti akan habis seiring penggunaan. kamu tentunya tak perlu mempertaruhkan keselamatan demi menghemat rem. Pergunakan rem seperlunya dan rajin-rajinlah melakukan servis. Dengan cara ini, rem kamu akan lebih hemat dan tetap pakem.

0 komentar:

Posting Komentar